Menikmati Keindahan Sumatera Barat

Weekend tanggal 19-21 Oktober 2012 bulan lalu adalah Touring Perdana Ane bersama Si Red Pulsar ke luar propinsi.
Perjalanan yang memang sudah ane rencanakan jauh hari bersama seorang teman yang akan menjadi boncenger, navigator sekaligus photografer ane, hehe.

sebelum perjalanan dimulai, kami brifing ala kadarnya, melihat rute perjalanan yang akan dilalui di google map, menghitung waktu tempuh, biaya perjalanan dll.

Peta perjalanan Peranap (Riau)-Bukittinggi (Sumbar)-Padang (Sumbar)

peta cadangan, buat jaga-jaga apabila ad masalah pada blackberry onyx yang menjadi GPS andalan navigator ane, Candra Buana, SP, hehee

Kamis malam______
Packing segala macam perlengkapan.

Jum’at Pagi pkl 06.00 wib rute pertama kami adalah Peranap-Bukittinggi dengan jarak tempuh 301km, perkiraan waktu tempuh di peta 8 jam 55 menit via Kiliranjao.

Menjelang Kirliranjao, isi minyak di sini

Keindahan panorama sepanjang perjalanan sungguh membuat kami tidak begitu merasakan lelah, ditambah dengan udara yang sejuk khas pegunungan semakin membuat nikmat perjalanan, goooo………..

Banyak tikungan tajam sepanjang perjalanan yang badan jalannya adalah lembah yang curam dan dalam, harus extra hati2, kecepatan max dibatasi 95km/jam


Lembah yang curam dan dalam, maut yang mengintai diantara keindahan, tidak boleh lengah


Sesi pemotretan, hehe…………


Istirahat sejenak…………….

Jumat Pkl 14.30 wib, sampai di Kota Bukittinggi. Sampai 25 menit lebih cepat dari perkiraan google map. Kedatangan kami di bukittinggi disambut dengan curahan hujan deras dan terjebak kemacetan di tengah pasar rakyat, karena udah sampai nanggung rasanya mengenekan mantel hujan, jadilah kami nongkrong di pasar rakyat sampai hampir pkl 16.00 wib.

terjebak hujan dan kemacetan di pasar rakyat, nongkrong bareng emak-emak, hehe…

Ane yang biasa berada di daerah panas, sampai di kota kelahiran Sang Proklamator Bung Hatta ini sungguh nyaman udaranya, sejuk apalagi pas hujan begitu malah jadi kedinginan, alhasil jaketpun gak lepas dari badan, wakakak….
Target pertama setelah hujan reda adalah mendapatkan tempat bermalam, perjalanan menyusuri tempat wisata kami putuskan keesokan harinya. Kami memilih Hotel di pusat kota, dapatlah Indria Hotel, bagi baiker seperti ane, yang penting ada tempat tidur dan kamar mandi, maka dipesanlah sebuah kamar kelas ekonomi double bed, tarif 175rb/malam, lumayan murah, utk apa pesan kamar kelas mahal karena di sini tidak butuh AC, dingin full…. :mrgreen: meskipun kelas ekonomi masih ada TV dan colokan listriknya, hehehe.

Bukittinggi mempunyai sebuah ikon yang sangat terkenal, yaitu jam gadang (jam besar), menara yang puncaknya ada sebuah jam besar yang dibangun semasa penjajahan belanda. Pada angka jam tersebut ada hal yang menarik perhatian ane, yaitu angka 4 romawi yang seharus dibuat IV tapi malah dibuat seperti ini IIII, hehe apa belandanya yang tidak mengerti angka romawi atau gimana….

Jam Gadang, Icon Kota Bukittinggi, Kota Terbesar kedua setelah Kota Padang di Propinsi Sumbar

Sabtu Pagi, Habis sarapan___
Target kami selanjutnya adalah mengunjungi tempat wisata yg ada di Bukittinggi, diantaranya yang ada dalam list kami adalah: Musium Bung Hatta (salah satu proklamator negeri ini), Taman margasatwa, Lobang Jepang, Ngarai Sianok (green canyonnya sumatera).

Sebelum meyusuri tempat wisata, foto-foto di depan Indria Hotel dengan latar belakang Gunung Marapi, eh atau Gunung Singgalang ya, ane lupa, FYI Bukittinggi ini dikawal oleh dua buah gunung yaitu Marapi (bukan merapi) dan Singgalang, bukan gunung kembar ya, tapi disini banyak gunung kembar bro, cantik-cantik, :mrgreen:

tidak sabar lagi langsung go ke Taman margasatwa, seegala macam binatang ada di sini, mulai dari saudara Darwin :mrgreen: sampai dengan onta.

TMSBK, Taman Marga Satwa Budaya Kinantan, Hampir Segala macam Binatang Ada di sini bro.

Puas melihat satwa disini lanjut menyebrangi Jembatan Limpapeh yang menghubungkan TMSBK dengan Benteng Fort De Kock (kubu pertahanan Pasukan Hindia Belanda yang di perangi oleh Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol, cukup dengan jalan kaki saja.

Candra Buana, SP. berpose digerbang Jembatan Limpapeh


Monumen Benteng Fort De Kock, Bukittinggi, Sumbar

Sabtu Menjelang Siang__________
Melanjutkan perjalanan ke lobang Jepang, Lobang persembunyian sekaligus markas pasukan jepang, yang berada dibawah tanah tepat di bawah kota bukittingi, lakasi masuknya tidak begitu jauh dai TMSBK. sekitar 1km. konon pembuatan lobang jepang yang terdiri dari banyak lorong ini memakan ribuan korban jiwa penduduk setempat.

Pintu masuk Lobang Jepang


Tangga masuk lobang jepang, ada ratusan anak tangga sebelum sampai ke bawah, untuk menelusuri lorong-lorongnya, sepertinya meluncur lebih cepat, :mrgreen:

Ada banyak lorong di bawah sini, karena tidak memakai jasa pemandu, kami tidak memasuki seluruh lorong yang ada, takut sesat bro, soalnya di bawah sini tidak ada nama jalannya, wakakaka…

Penerangan di tiap lorong cukup, karena di pasangi lampu


Bekas ruang amunisi, selain itu banyak juga ruangan lainnya, seperti ruang dapur, penjara, teater mini, ruang prajurit, dll

Oiya, dari sudut atas lobang jepang ini kita dapat melihat keindahan alam sekitarnya, ditemani oelh puluhan monyet yang hidup sekitar sini, cukup jinak jika kita beri makanan, selain itu ada banyak souvenir khas Bukittinggi di sini, sperti lukisan ranah minang dengan lukisan gelap seperti malam hari, menggunakan kanvas warna hitam.

Menikmati keindahan alam di sekitar lobang jepang, Allah Maha Besar dengan segala ciptaan-Nya

Menjelang siang_________
melanjutkan perjalanan rute kedua, Bukittinggi-Padang, jarak tempuh 116 km dengan perkiraan waktu google map 2 jam 25 menit. dalam perjalanan ini ada satu tujuan wisata yang akan dilalui, berada dipinggir jalan, dearah lembah anai, yaitu air terjun! kemon brooo………..!

Air Terjun Lembah Anai, Pintu masuknya tepat di pinggir jalan sebelah kanan, lokasinya kira-kira pertengahan perjalan bukittinggi-padang. ane heran dengan orang sini, air terjun koq dibilang air mancur, hehehe, tapi tidak masalah yang penting mantap broooo…….


Air Terjun Lembah Anai, ketinggiannya ane pikir sekitar 25-30m dengan suara gemuruh air yang sangat keras, sungguh indah…… seperti kata orang minang, RANCAK BANA……

Puas menikmati keindahan lembah anai, perjalanan lanjut terus ke kota padang, ibu kotanya Sumatera Barat. dalam perjalanan rute kami selanjutnya adalah teluk bayur, pelabuhan yang terkenal itu, tapi karena waktu sudah hampir pukul 15.00 wib kami meneruskan perjalanan langsung ke kota padang dengan tujuan wisata selanjutnya adalah pantai padang….

Menikmati keindahan pantai padang, tiba di sini sekitar pukul 15.00 wib, hampir 3 jam perjalanan, lebih lambat 25 menit dari perkiraan google map, tentu saja karena kelamaan di lembah anai…

Ingin menikmati sunstt di sini, tapi masih ada tujuan wisata pantai yang akan dikunjungi yaitu pantai air manis, pantai dimana menurut legenda masyarakat minang kabau seorang anak bernama malin kundang yang durhaka kepada ibunya sehingga dikutuk menjadi batu, yang sampai saat ini masih bisa dilihat keberadaannya. Maka kami putuskan untuk melihat sunset di pantainya si malin kundang ini, letsgo………

Malin Kundang si anak durhaka, karena dimakan usia diterjang ombak terjadi kerusakan, sayangnya renovasi terlihat seadanya dengan semen yang kurang menyerupai aslinya. Menjadi batu dengan kapal beserta isinya karena dikutuk sang Ibu, percaya atau tidak itulah legendanya…..


Menikmati Sunset di pantai malin kundang / pantai air manis, keindahannya tercemari oleh sampah yang berserakan, hmmm sayang sekali


Cari posisi mantap pemotretan, hehe……… bakal karatan ni si red kena asinnya air laut……


Ini seperti sesi pemotretan yang gagal, sunsetnya ntah kemana :mrgreen: tapi i like…………….


Mengitari pantai dengan ATV sewaan, 10rb/5 menit, lumayan buat hiburan

Sabtu Petang______
Segera bergegas mencari mesjid terdekat, magrib dulu bro………
Habis magrib target selanjutnya tentu saja mencari hotel, untuk sekedar mandi dan melanjutkan hidup dengan makan malam…..
mutar-mutar akhirnya dapat Djakarta hotel, lagi-lagi kamar kelas ekonomi saja, double bed fasilitas kamar mandi dan tv, serta kipas angin, kota padang yang di pinggir patai terasa panas beda dengan bukittinggi bro, tarif lebih mahal sedikit, Rp 200rb/malam.

Sabtu malam or malam minggu______
BBMan dengan Bro Ridwan Munte (Ketum PRC Pekanbaru), beberapa saat kemudian BB berdering, kiranya Ketua Paguyuban Motor Padang yang nelp, Bang Anas, mau jemput ke hotel untuk Kopdar di pantai padang, kamipun mengiyakan, ok bang………

dari kiri kekanan: Bro Niken (Honda Beat Club, bro ini yang jemput ke hotel atas perintah bang anas) Bang anas dan paling kanan Ane. Di sini, di pantai padang ini, anak-anak club motor padang kopdar, mereka nongkrong disini, beberapa saat setelah kami berfoto yang datang sangat ramai, mereka kompak, dari ninja, tiger, sampai komunitas matic para ladys ada disini, salut buat mereka…… keep brotherhood, thank you servicenya……….. saking asyiknya ngobrol kelupaan foto-foto, hehe……

Karena akan melanjutkan rute selanjutnya besok pagi, Kopdar tidak sampai larut malam, pkl 23.lewat, kami kembali ke hotel untuk sekedar meluruskan pinggang………..

Minggu Pagi___________
Persiapan berangkat untuk rute ketiga yaitu pulang, rute yang direncanakan dari semula pulang lewat solok, tidak via bukittinggi lagi, dengan jarak tempuh 314 km perkiraan waktu tempuh google map adalah 10 jam 31 menit, awalnya ane heran, jarak segitu kenapa bisa selama itu??? setelah melalui rute ketiga ini barulah ane mengerti, ternyata rutenya luar bisa, jalanan terjal naik turun dengan bukit yng tinggi-tinggi bro, bahkan ada satu pendakian yang dari bawah keliatan awan dijalanan tersebut, benaran wan bro, bukan asap atau kabut, jadi pas sampai puncak tanjakan tersebut kami benar-benar seperti menerobos awan, sungguh luar biasa rute kali ini…….

Sebelum berangkat melanjutkan perjalanan rute ketiga (pulang) Brifing ala kadarnya, pemetaan rute dengan bantuan GPS bawaan BB Onyx andalan Navigator ane, untuk urasan ini ane kasi jompel deh buat Candra Buana, SP, hehe

Pada rute perjalanan ketiga ini (Padang-Peranap via Solok) tujuan wisata yang akan dikunjungi adalah, Taman Hutan Raya Dr. Mohammad Hatta, kemudian Perkebunan Teh dan Danau Kembar…. Letsgooooo

Tiba di taman hutan raya Dr. M.Hatta


Monumen Taman Hutan Raya Dr.M.Hatta, dimonumen tertulis diresmikan oleh Wapres Umar Wirahadikusumah pada tahun 1986, wah masih SD Kelas satu ane. Monumen yang sudah cukup tua, sangat perlu segera direnovasi, atau akan ambruk dalam waktu singakat….

Minggu menjelang siang_______________
Perjalanan kami sampai ke perkebunan teh, menikmati hamparan kebun teh di perbukitan dengan udara sejuk dan segar, sungguh nyaman dan membuat kami ingin berlama-lama di sini, sambil meikmati secangkir kopi dan sebatang dua batang rokok, di kebun teh koq malah minum kopi??? wakaka, ane kurang suka teh brooo

Menerobos awan di puncak perbukitan………. pra Kebun teh dan danau kembar


Perkebunan teh, sejuk dan segar, kebun teh sejauh mata memandang

Lewat magrib sampai di danau kembar, danau atas danau bawah, ntah yang mana atas mana yang bawah ane bingung, konon kabarnya posisi danau atas itu di bawah, hanya keliatannya saja di atas. ntahlah, yang penting mantappp……..

Tiba di danau kembar, ini posisinya entah di atas atau dibawah ya, si red pulsar ane parkir dekat pohon yang besar kali…… biar si red jadi penunggu pohon, hehe


Menikmati keindahan danau kembar


Salah satu keindahan perjalanan menuju solok,……

Karena kebanyakan berhenti menikmati alam sekitar, nyaris ashar kami baru sampai silungkang..

sholat Ashar di salah satu musholla di silungkang, biker juga manusia yang takut neraka……….. mari kita sholat………

Minggu Sore______
Perjalanan berikutnya selepas kiliranjao diguyur hujan deras, pasang mantel+mantel sepatu perjalanan lanjut terus sampai kota Teluk Kuantan kami terus diguyur hujan, nyaris pukul 20.00 wib kami tiba di kota jalur ini, makan malam dan istirahat sejenak di sini.

Riding malam dengan diiringi hujan deras perjalanan Teluk Kuantan-Perapap yang berjarak 71km itu kami terobos dalam waktu 2 jam, mata mulai perih bro, riding malam lebih cepat membuat mata lelah karena cahaya lampu….

Minggu Tengah malam pukul 23 lewat, hampir tengah malam___________
Dari trip meter bawaan Si Red jarak tempuh yang tertera adalah 825km. Nyaris tengah malam itu Kamipun tiba dengan selamat di Peranap, masih diguyur hujan, matapun terlelap membawa kami touring ke alam mimpi.

Next____________
Sumatera Utara, one day a dream.

Iklan
Categories: Touring | Tag: , , , , , | 13 Komentar

Navigasi pos

13 thoughts on “Menikmati Keindahan Sumatera Barat

  1. jadi pengen nih
    😦

  2. Kunjungan perdanan.

    Pemandangan yang di sekitaran Goa Jepang indah sekali.
    Ternyata Padang oke juga untuk dijadikan tempat wisata.

  3. jtxtop

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

  4. Ajib bang, seru dan menarik…patut di coba

  5. a good picture..:D
    rugi rasanya tak melewatkan Malam di kota Padang tercinta 😀

  6. wuihh, mantaf
    salam dari paghanox!

  7. Ping-balik: CATPER 5 : Indahnya Pemandangan Kabupaten Solok | rindutanahbasah

Silahkan Tinggalkan Jejak

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: